Rabu, 29 Desember 2021

Manusia berlian

(Cipt : muhammad riza rizqi B712190)

 

Kukuriyukkk……. Suara ayam  yang lantang di pagi hari membangunkan keluarga kecilku dan aku bergegas membangunkan semua orang rumah untuk mengajak sholat shubuh berjamaah lalu orang rumah pun terbangun untuk melaksanakan sholat shubuh, seperti biasa kita hanya bertiga dan aku terpaksa menjadi imam dari seorang ibuku dan adikku yang masih berumur 12 tahun.

“Assalamuaikumwarahmatullah (suara salam terakhir dalam sholat) “

Setelah selesai sholat aku mencium tangan ibuku dan adekku pun mencium tanganku dan tangan ibuku

“buk bapak nak ndi to?” aku bertanya kepada ibuku

“bapak dereng wangsul le” ibuku menjawabnya sambil melipat mukenah yang sudah di gunakan setelah sholat

“bapak iki ora wedi neroko to buk? wes tuo kok sek pancet kek arek nom” aku bertanya ibuku dengan nada yang lumyan tinggi dikarenakan bapakku hampir tidak pernah pulang, dan bapakpun terkadang pulang ketika udah siang hari

“huss railok lo lee ngomong kek ngunu wess to ndang di dungakne bapake ben di kei hidayah kro gusti allah, wes kono adus” ibuku menegorku lalu ia pergi meninggalkanku

Lalu aku sujud untuk berdoa  “yallah bukakan pintu hati bapak ya allah berikan bapak hidayah agar cepat taubat”.

~ warung tetangga~

“bu adek di suruh bayar uang sekolah supaya besok adek bisa ikut ujian” Tia mengatakan dengan polos

“iya nduk udah ibuk siapin, bangunin masmu to nduk” ibu berkata

Tia langsung lari ke kamar dan membangunkanku “mas Rizqi ngk njaga warung ta mas”

Dan aku terbangun langsung untuk bergegas menjaga warung tetanggaku tidak lama kemudian ada suara yang begitu keras

“Gubrakkkk” lalu aku menghampiri suaru tersebut dan setelah aku menghapirinya ternyata bapakku yang jatuh di depan rumah dengan kondisi mabuk serta ada ibu yang menolong bapak, sudah terbiasa aku melihat bapak dengan kondisi seperti  ini dan aku segera mengangkat bapak ke kamar dan aku melanjutkan untuk sebenarnya aku ingin sekali melanjutkan pendidikan kuliah tapi melihat kondisi ibuku yang hanya seorang pembantu di rumah tetanggaku dan ketambahan tingkah laku bapak yang seperti itu terpakasa aku harus bekerja untuk membantu ibuku  sesampainya di warung aku mulai menyiapkan dan sesegera membuka warung tiba-tiba ada si ali teman SMA ku

“Qi kopi item satu ya, behh enak banget nih gorengan makya masih panas” kata si ali sambil menyantap gorengan panas makya

“eh Ali okeyy Lii, piye lii kuliahmu lancar too” aku menanyakan dengan sedikit tersenyum karena Ali adalah donator kampus alias dia suka molorin kuliahh

“wess too qii awkmu ngeyek aku ae, taun iki aku lulus dungakno” kata Ali dengan nada sebel

“aminnn nih kopinya, awkmu iku kudu bersyukur seharuse isok kuliah ndang di mareknoo pengen njogo warung kek aku pumpung enek kesempatan ojok males-malesan” kataku sambil menepok pundaknya

“he em qi taun iki lulus wes siding kok aku, aman kawan” ucap Ali

“wih Alhamdulillah, tak dungakne cepet lulus yawes aku tak lanjut kerjo li” ucapku lalu meninggalkan dia dan Ali membalasnya dengan menganggukan kepala saja

Setelah lama aku aku menjaga warung dan tak tersa haripun udah sore udah petang dan aku bergegas menutup warung setelah aku selesai beres-beres akupun pulang ke rumah.

~Berantakan~

“Assalamualakum” ucapku sesampai di rumah dan heranya tidak ada yang menjawab salamku sama sekali biasnya ibu menjawab salamku  aku sedikit curiga dan aku langsung masuk ke rumah lalu menuju kamar ibuku dan ternyata ibuku tampak menangis dan aku pun langsung menghapiri ibuku

“buuu, ibukk kenapa” ucapku

“bapakmu lee njupuk uange ujiane Tia” tutur ibuku dengan terbata-bata

Emosi ku mulai panas dan aku pun mencoba menenangkan ibuku untuk menyuruhnya cuci muka dan aku berkata kepada ibuku “Rizqi ada uang kok bu, klo kurang besok Rizqi cariin pinjeman dulu udah ibu sekarang tidur udah malem”

Ibuku cukup lega mendengarkan kata-kataku dan ibuku menurut kepadaku agar dia segera tidur dan aku tau kondisi ibu juga capek sehabis pulang kerja dan akupun pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat isak sekaligus menenangkan hatiku dalam keadaan panas setelah sholat aku langsung bersiap siap untuk tidur di karenakan besok aku kerja pagi.

~Ketulusan Ibu~

Seperti biasa aku, adekku, dan ibuku melaksanakan sholat shubuh berjamaah setelah kami melaksanakan sholat  shubuh tiba tiba ada tetangga yang mengetuk  pintu rumah kami ternyata warga sedang lagi menolong bapakku yang lagi babar belur dan dalam kondisi mabuk kami panik apalagi ibu sangat histeris menangis melihat kondisi bapak yang babak belur aku dan ibuku segera membawa bapak ke kamar

“lee godokno banyu ibu kate ngompres bapak” kata ibuku menyuruhku dangan terbata-bata

“nggeh bu” ucapku

Aku segera kedapur dan merebuh air setelah air mendidih air kutuangkan ke wadah dan kusiapkan kain untuk mengopres bapak setelah beberapa ibu mengopres bapak aku izin bekerja sekaligus mengantar Tia sekolah.

Setelah pulang kerja aku bertanya kepada ibu dan aku sengaja bertanya di samping bapakku yang lagi beristirahat “bu kenopo ibu tulus men ngerawat bapak padahal bapak nakal ?”

Ibuku membalas dengan senyuman lalu berkata  “leee awkmu ero berlian to, lek misale berlian ibu buak nak sampah sampean jupuk maneh berlian iku jek berharga to leeee?”

“njjeh buk tasik berharga, trus nopo hubungane buk” jawabku sambil bigung ta mengerti apa yang dikatan ibuk

“yo podo kek bapkmu lee sebejat2 e bapakmu iki yo jek tetep bapakmu seng kudu di hargai dungakne trus  ben bapkmu oleh hidayah” ujar ibuku sambil mengelus rambutku

“njeeh buk bapak kulo dungani trus” ujarku

Tiba tiba bapakku batuk rupanya bapak sadar aku dan ibu membicarakanya dan kagetnya mengelus kepalaku lalu mengatakan

“leee sepurane yoo bapak raiso gekei contoh seng bener kanggo pyan yo lee” ujar bapakku dengan lemas

Seketika aku langsung memeluk bapaku dan menangis dan akupun berkata “Rizqi njeeh nyuwun sepuntene njjeh pak kadang Rizqi wonten pikiran elek teng bapak, bapak sampun wonten nopo kok sampek babak belur?”

“bapak di keroyok lee soale bapak kalah taruan dan kondisi bapak iku lagi mabuk, tapi bapak bakalan janji lee bapak bakalan ngekeei contoh seng apik gae anak-anak e bapak bapak sepurane yo lee” ujar bapakku dengan lemas

Aku tak sanggup mendengar kata-kata bapak  dan aku hanya menanggukan kepala lalu aku memeluk bapakku dan disusul ibuku memeluk aku dan bapakku. Setelah trahedi itu bapak sangatlah rajin beribadah dan bapak sering mengimami shubuh ketika kita sholat sekeluarga. 

Sabtu, 13 November 2021

Banjir kawasan batu dan jiwa sosialisme warga malang sangat tinggi

Batu- Batu adalah kawasan yang termasuk dataran tinggi , tentunya menjadi permasalahan besar kota Batu diterjang banjir bandang yang merugikan banyak orang kehilangan harta dan benda, dan bahkan sampai ada korban jiwanya  banjir bandang yang terjadi pada Kamis pekan lalu dengan curah hujan tinggi tersebut disebabkan oleh daerah resapan air di hulu aliran Sungai Brantas yang sudah banyak berkurang sehingga terjadi sumbatan material  sampah kayu pada aliran anak sungai.

Sebagai langkah penangananya warga sekitar harus rajin-rajin mengadakan membersikan selokan dan membersikan sampah di sungai-sungai agar air tidak meluap ke daratan  dan itu salah satu solusinya agar banjir bandang di Batu tidak terulang kembali

Sebagai dampaknya banyak orang orang yang terjangkit penyakit dan banyak harta benda yang hilang dan parahnya lagi situasi banjir seperti ini kebetulan barengan dengan moment virus corana  dan pastinya menambah was-was orang terhadap virus corona

Dampak geografisnya jembatan di belakang fakultas UMM (universitas muhammadiyah malang) jebol karena air juga meluap sehingga menjebolkan jembtan yang berada disitu dan terpaksa jalur kampus UMM (universitas muhammadiyah malang) terhambat.

Kementerian PUPR juga akan melakukan relokasi rumah yang hilang/hanyut dan berisiko bahaya tinggi yang berada di sempadan sungai ke rumah khusus yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR di lahan desa yang disediakan oleh Pemerintah Kota Batu.

Dan kemarin saya mengelilingi kota malang banyak juga orang- orang dan organisasi kampus-kampus menggalang dana untuk korban bencana banjir bandang di kota Batu antusias warga malang sangatlah besar membantu saudaranya  yang terkena musibah di Batu malang

Dan saya mendapatkan narasumber salah satu temen saya Muhammad ainul yaqin dari universitas UIN Malang dan dia salah satu anggota  PMII rayon ekonomi “Moch Hatta” dia mengatakan bahwa rayonya ada 4 orang perwakilan yang datang ke kota Batu  untuk memberikan dana sembako material, dan tidak luput juga  dia juga membantu orang orang disana

                                                                                   anak pmii rayon ekonomi "moch hatta" melakukan galang dana

Hasil dana tersebut di dapatkan dengan cara turun kejalan (aksi amal berupa penampilan music di jalan)  da nada beberapa donator dengan mengatas namakan hamba allah selain menyumbang uang dia juga menyumbang pakaian. dan di totalkan dananya  sekitar Rp. 5.082.000,00

Dari sini kita melihat antusias para penduduk malang yang membantu saudaranya terkena bencana alam ini adalah data dari PMII rayon ekonomi “Moch Hatta” sudah sebayak itu belom lagi dari rayon rayon yang lain ato university- universitas lainya ini bisa di jadikan contoh oleh kampus- kampus yang ada di luar kota ketika ada saudara yang mengalami musibah kita wajib membantu mereka yang kesushanan karena baik terhadap orang itu tidak boleh pilih-pilih. 


Muhammad Riza Rizqi I-B71219070

Jumat, 05 November 2021

 Wartawan Kepresidenan Bukanlah Humas Presiden

Oleh : Arika Anggraeni (B91219086)

Surabaya (28/10) – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sukses menyelenggarakan sebuah workshop jurnalistik. Workshop yang bertemakan “Proses Produksi dan Desain Media Cetak” ini diadakan pada hari Kamis, 28 Oktober 2021. 


Menggandeng dua orang narasumber dengan pengalaman yang relevan di bidang jurnalistik, workshop ini sukses menarik perhatian dari mahasiswa-mahasiswa KPI. Diantaranya ada Bayu Putra, seorang asisten redaktur Des Metropolitan, Jawa Pos. 


Bayu merupakan lulusan dari Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Airlangga (UNAIR). Saat ini, ia ditugaskan sebagai wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden, Negara Kesatuan Republik Indonesia. 



Tangkapan layar pada saat Bayu Putra memberikan materinya dengan tema Hari-Harinya Bersama Presiden


Menjadi seorang wartawan di Istana Kepresidenan bukan berarti memiliki tugas sebagai humas presiden. Mereka memiliki tugas yang sama dengan wartawan-wartawan pada umumnya, yaitu bertanya dan mengklarifikasi. Yang membedakan hanyalah bidang-bidang yang harus mereka liput. Wartawan kepresidenan harus mampu untuk menguasai bidang-bidang yang diurusi negara, mulai dari ekonomi, sosial, kesejahteraan rakyat, politik, bahkan olahraga. 

“Seorang wartawan istana itu harus dapat menyesuaikan diri untuk cepat paham terhadap semua bidang yang menjadi urusan negara. Sehingga kami yang meliput di istana juga harus menyesuaikan diri untuk cepat paham pada semua bidang-bidangnya.” Tutur pria berbaju hitam kotak-kotak tersebut dalam zoom meeting kemarin. 


Bayu juga menuturkan bahwa jadwal kegiatan di istana kepresidenan itu sangatlah ketat. “Misalkan ada acara jam 9, maka jam 9 pintu itu akan ditutup. Biasanya, 10 menit sebelum acara dimulai, teman-teman wartawan akan   diminta untuk masuk ke dalam.” Lanjutnya. 


Sebagai wartawan yang meliput pemberitaan di Istana Negara, Bayu juga menjelaskan bahwa antar wartawan harus memiliki kerja sama tim dan koordinasi tim yang bagus. “Kalau tiba-tiba ada kemensos datang, menjelaskan a b c. Maka kita harus koordinasi dengan wartawan yang ada di kemensos. Kemudian wartawan itu akan menindaklanjuti hal tersebut” Ujar Bayu. Dengan cara tersebut, wartawan yang satu akan dapat mem-back up wartawan yang lain.

 

IWAN IWE : BERBAGI TIPS MENJADI JUNALIS YANG DINAMIS DAN KREATIF

November 03,2021

Tangkap layar : Iwa Iwe saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien

Iwan iw,mantan pekerja di stasiun JTV, desain grafis Jawa Pos,dan redaktur Jawa Pos dan beliau sekarang sosial media spesialis di JTV,membagikan tips cara menjadi jurnalis dan sedikit membagikan pengalamannya  saat dia bekerja di jawa pos dalam acara workshop jurnalistik yang dilaksanakan oleh program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada kamis (28/10.)

Mas Iwa dalam pembukaan pertamanya dia menjelaskan bahwa di dalam jurnalisitik itu ada dua profesi yang hampir sama tapi berbeda yakni desainer halaman dan layouter halaman jika desainer halaman mempunyai tugas membuat dummy halaman dan berkordinasi redaktur halaman, dan kalau layputer halaman ini lebih ke arah melengkapi dummy dengan foto, menata foto, naskah infografis di sebuah halaman

Dalam pembahasanya mas Iwa mas Iwa menyampaikan orang membuat dummy dengan cara di gambar secara manual terlbih dahulu jika tugasnya seperti itu, tapi mas Iwa mengatakan kalau saya sendiri langsung membuatnya di software yang digunakan dengan alasan mepersingkat waktu dalam bekerja

Tidak luput dalam pembahasan di dalam nya mas Iwa juga memberi tau beberapa aturan dakam mendesain halaman harus memiliki foto A, judul Hl, foto B, dan juga boks. Setelah meberikan syarat-syarat yang harus ada dalam mendesain halaman mas Iwa juga memberikan tips yaitu foto A biasanya di letakan di atas lipatan karena itu juga termasuk  daya tarik di karenakan dengan ukuran koran yang besar yang harus di lipat, judul Hl di letakan di bagian kanan karena menurut psikologi mata kita lebih condong melihat ke kanan, dan hindari judul yang bersebelahan dengan judul lain.

 

Di dalam workshopun mas Iwa memberi tahu software yang biasanya dia pakai disaat dia masih menjadi desainer di jawa pos yaitu adobe indesign, dan quarkXpress tapi setelah membuat dumy biasanya di lanjutkan editing di halamanya, dummy adalah rancangan berita tapi dumy ini bersifat relatif tidak semua orang membuat dummy tergantung seseorang masing-masing dan itupun juga berlaku ke dalam software semuanya mempunyai sifat relatif .

Di dalam wokshopnya pun mas Iwa mempraktekan cara mendesain dengan software yang dia gunakan dan bu Fikri selalaku moderator juga mengatakan berita menyesuaikan desain jika kita menulis berita terlalu panjang kita harus legowo hasil tulisan kita itu harus di potong dan mas Iwa meng iyakan pernyataan tersebut.

      Tangkap layar : Iwa Iwes saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien


Tapi desainer harus juga bisa mengakali dalam mendesainya jika ada berita yang diharuskan harus ada di dalam halamnya disitulah tugas desainer mengakali bagian mana yang tidak terlalu penting agar bisa di potong maka dari situ kita mempelajari prisnsip piramida terbalik bagian yang paling penting di letakan di awal dan yang tidak terlalu penting sebaliknya agar kita bisa legowo jika berita kita di potong.





Reporter : Muhammad Riza Rizqi Ilallah (B71219070)