Jumat, 05 November 2021

 

IWAN IWE : BERBAGI TIPS MENJADI JUNALIS YANG DINAMIS DAN KREATIF

November 03,2021

Tangkap layar : Iwa Iwe saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien

Iwan iw,mantan pekerja di stasiun JTV, desain grafis Jawa Pos,dan redaktur Jawa Pos dan beliau sekarang sosial media spesialis di JTV,membagikan tips cara menjadi jurnalis dan sedikit membagikan pengalamannya  saat dia bekerja di jawa pos dalam acara workshop jurnalistik yang dilaksanakan oleh program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada kamis (28/10.)

Mas Iwa dalam pembukaan pertamanya dia menjelaskan bahwa di dalam jurnalisitik itu ada dua profesi yang hampir sama tapi berbeda yakni desainer halaman dan layouter halaman jika desainer halaman mempunyai tugas membuat dummy halaman dan berkordinasi redaktur halaman, dan kalau layputer halaman ini lebih ke arah melengkapi dummy dengan foto, menata foto, naskah infografis di sebuah halaman

Dalam pembahasanya mas Iwa mas Iwa menyampaikan orang membuat dummy dengan cara di gambar secara manual terlbih dahulu jika tugasnya seperti itu, tapi mas Iwa mengatakan kalau saya sendiri langsung membuatnya di software yang digunakan dengan alasan mepersingkat waktu dalam bekerja

Tidak luput dalam pembahasan di dalam nya mas Iwa juga memberi tau beberapa aturan dakam mendesain halaman harus memiliki foto A, judul Hl, foto B, dan juga boks. Setelah meberikan syarat-syarat yang harus ada dalam mendesain halaman mas Iwa juga memberikan tips yaitu foto A biasanya di letakan di atas lipatan karena itu juga termasuk  daya tarik di karenakan dengan ukuran koran yang besar yang harus di lipat, judul Hl di letakan di bagian kanan karena menurut psikologi mata kita lebih condong melihat ke kanan, dan hindari judul yang bersebelahan dengan judul lain.

 

Di dalam workshopun mas Iwa memberi tahu software yang biasanya dia pakai disaat dia masih menjadi desainer di jawa pos yaitu adobe indesign, dan quarkXpress tapi setelah membuat dumy biasanya di lanjutkan editing di halamanya, dummy adalah rancangan berita tapi dumy ini bersifat relatif tidak semua orang membuat dummy tergantung seseorang masing-masing dan itupun juga berlaku ke dalam software semuanya mempunyai sifat relatif .

Di dalam wokshopnya pun mas Iwa mempraktekan cara mendesain dengan software yang dia gunakan dan bu Fikri selalaku moderator juga mengatakan berita menyesuaikan desain jika kita menulis berita terlalu panjang kita harus legowo hasil tulisan kita itu harus di potong dan mas Iwa meng iyakan pernyataan tersebut.

      Tangkap layar : Iwa Iwes saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien


Tapi desainer harus juga bisa mengakali dalam mendesainya jika ada berita yang diharuskan harus ada di dalam halamnya disitulah tugas desainer mengakali bagian mana yang tidak terlalu penting agar bisa di potong maka dari situ kita mempelajari prisnsip piramida terbalik bagian yang paling penting di letakan di awal dan yang tidak terlalu penting sebaliknya agar kita bisa legowo jika berita kita di potong.





Reporter : Muhammad Riza Rizqi Ilallah (B71219070)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar