IWAN IWE : BERBAGI TIPS MENJADI JUNALIS YANG DINAMIS DAN KREATIF
November 03,2021
Iwan
iw,mantan pekerja di stasiun JTV, desain grafis Jawa Pos,dan redaktur Jawa Pos
dan beliau sekarang sosial media spesialis di JTV,membagikan tips cara menjadi
jurnalis dan sedikit membagikan pengalamannya saat dia bekerja di jawa pos dalam acara
workshop jurnalistik yang dilaksanakan oleh program studi Komunikasi dan
Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya
pada kamis (28/10.)
Mas
Iwa dalam pembukaan pertamanya dia menjelaskan bahwa di dalam jurnalisitik itu
ada dua profesi yang hampir sama tapi berbeda yakni desainer halaman dan
layouter halaman jika desainer halaman mempunyai tugas membuat dummy halaman
dan berkordinasi redaktur halaman, dan kalau layputer halaman ini lebih ke arah
melengkapi dummy dengan foto, menata foto, naskah infografis di sebuah halaman
Dalam
pembahasanya mas Iwa mas Iwa menyampaikan orang membuat dummy dengan cara di
gambar secara manual terlbih dahulu jika tugasnya seperti itu, tapi mas Iwa
mengatakan kalau saya sendiri langsung membuatnya di software yang digunakan
dengan alasan mepersingkat waktu dalam bekerja
Tidak
luput dalam pembahasan di dalam nya mas Iwa juga memberi tau beberapa aturan
dakam mendesain halaman harus memiliki foto A, judul Hl, foto B, dan juga boks.
Setelah meberikan syarat-syarat yang harus ada dalam mendesain halaman mas Iwa
juga memberikan tips yaitu foto A biasanya di letakan di atas lipatan karena
itu juga termasuk daya tarik di
karenakan dengan ukuran koran yang besar yang harus di lipat, judul Hl di
letakan di bagian kanan karena menurut psikologi mata kita lebih condong
melihat ke kanan, dan hindari judul yang bersebelahan dengan judul lain.
Di
dalam workshopun mas Iwa memberi tahu software yang biasanya dia pakai disaat
dia masih menjadi desainer di jawa pos yaitu adobe indesign, dan quarkXpress
tapi setelah membuat dumy biasanya di lanjutkan editing di halamanya, dummy
adalah rancangan berita tapi dumy ini bersifat relatif tidak semua orang
membuat dummy tergantung seseorang masing-masing dan itupun juga berlaku ke
dalam software semuanya mempunyai sifat relatif .
Di
dalam wokshopnya pun mas Iwa mempraktekan cara mendesain dengan software yang
dia gunakan dan bu Fikri selalaku moderator juga mengatakan berita menyesuaikan
desain jika kita menulis berita terlalu panjang kita harus legowo hasil tulisan
kita itu harus di potong dan mas Iwa meng iyakan pernyataan tersebut.
Tangkap layar : Iwa Iwes saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien
Tapi
desainer harus juga bisa mengakali dalam mendesainya jika ada berita yang
diharuskan harus ada di dalam halamnya disitulah tugas desainer mengakali
bagian mana yang tidak terlalu penting agar bisa di potong maka dari situ kita
mempelajari prisnsip piramida terbalik bagian yang paling penting di letakan di
awal dan yang tidak terlalu penting sebaliknya agar kita bisa legowo jika
berita kita di potong.
Reporter : Muhammad Riza Rizqi Ilallah (B71219070)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar