Sabtu, 13 November 2021

Banjir kawasan batu dan jiwa sosialisme warga malang sangat tinggi

Batu- Batu adalah kawasan yang termasuk dataran tinggi , tentunya menjadi permasalahan besar kota Batu diterjang banjir bandang yang merugikan banyak orang kehilangan harta dan benda, dan bahkan sampai ada korban jiwanya  banjir bandang yang terjadi pada Kamis pekan lalu dengan curah hujan tinggi tersebut disebabkan oleh daerah resapan air di hulu aliran Sungai Brantas yang sudah banyak berkurang sehingga terjadi sumbatan material  sampah kayu pada aliran anak sungai.

Sebagai langkah penangananya warga sekitar harus rajin-rajin mengadakan membersikan selokan dan membersikan sampah di sungai-sungai agar air tidak meluap ke daratan  dan itu salah satu solusinya agar banjir bandang di Batu tidak terulang kembali

Sebagai dampaknya banyak orang orang yang terjangkit penyakit dan banyak harta benda yang hilang dan parahnya lagi situasi banjir seperti ini kebetulan barengan dengan moment virus corana  dan pastinya menambah was-was orang terhadap virus corona

Dampak geografisnya jembatan di belakang fakultas UMM (universitas muhammadiyah malang) jebol karena air juga meluap sehingga menjebolkan jembtan yang berada disitu dan terpaksa jalur kampus UMM (universitas muhammadiyah malang) terhambat.

Kementerian PUPR juga akan melakukan relokasi rumah yang hilang/hanyut dan berisiko bahaya tinggi yang berada di sempadan sungai ke rumah khusus yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR di lahan desa yang disediakan oleh Pemerintah Kota Batu.

Dan kemarin saya mengelilingi kota malang banyak juga orang- orang dan organisasi kampus-kampus menggalang dana untuk korban bencana banjir bandang di kota Batu antusias warga malang sangatlah besar membantu saudaranya  yang terkena musibah di Batu malang

Dan saya mendapatkan narasumber salah satu temen saya Muhammad ainul yaqin dari universitas UIN Malang dan dia salah satu anggota  PMII rayon ekonomi “Moch Hatta” dia mengatakan bahwa rayonya ada 4 orang perwakilan yang datang ke kota Batu  untuk memberikan dana sembako material, dan tidak luput juga  dia juga membantu orang orang disana

                                                                                   anak pmii rayon ekonomi "moch hatta" melakukan galang dana

Hasil dana tersebut di dapatkan dengan cara turun kejalan (aksi amal berupa penampilan music di jalan)  da nada beberapa donator dengan mengatas namakan hamba allah selain menyumbang uang dia juga menyumbang pakaian. dan di totalkan dananya  sekitar Rp. 5.082.000,00

Dari sini kita melihat antusias para penduduk malang yang membantu saudaranya terkena bencana alam ini adalah data dari PMII rayon ekonomi “Moch Hatta” sudah sebayak itu belom lagi dari rayon rayon yang lain ato university- universitas lainya ini bisa di jadikan contoh oleh kampus- kampus yang ada di luar kota ketika ada saudara yang mengalami musibah kita wajib membantu mereka yang kesushanan karena baik terhadap orang itu tidak boleh pilih-pilih. 


Muhammad Riza Rizqi I-B71219070

Jumat, 05 November 2021

 Wartawan Kepresidenan Bukanlah Humas Presiden

Oleh : Arika Anggraeni (B91219086)

Surabaya (28/10) – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sukses menyelenggarakan sebuah workshop jurnalistik. Workshop yang bertemakan “Proses Produksi dan Desain Media Cetak” ini diadakan pada hari Kamis, 28 Oktober 2021. 


Menggandeng dua orang narasumber dengan pengalaman yang relevan di bidang jurnalistik, workshop ini sukses menarik perhatian dari mahasiswa-mahasiswa KPI. Diantaranya ada Bayu Putra, seorang asisten redaktur Des Metropolitan, Jawa Pos. 


Bayu merupakan lulusan dari Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Airlangga (UNAIR). Saat ini, ia ditugaskan sebagai wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden, Negara Kesatuan Republik Indonesia. 



Tangkapan layar pada saat Bayu Putra memberikan materinya dengan tema Hari-Harinya Bersama Presiden


Menjadi seorang wartawan di Istana Kepresidenan bukan berarti memiliki tugas sebagai humas presiden. Mereka memiliki tugas yang sama dengan wartawan-wartawan pada umumnya, yaitu bertanya dan mengklarifikasi. Yang membedakan hanyalah bidang-bidang yang harus mereka liput. Wartawan kepresidenan harus mampu untuk menguasai bidang-bidang yang diurusi negara, mulai dari ekonomi, sosial, kesejahteraan rakyat, politik, bahkan olahraga. 

“Seorang wartawan istana itu harus dapat menyesuaikan diri untuk cepat paham terhadap semua bidang yang menjadi urusan negara. Sehingga kami yang meliput di istana juga harus menyesuaikan diri untuk cepat paham pada semua bidang-bidangnya.” Tutur pria berbaju hitam kotak-kotak tersebut dalam zoom meeting kemarin. 


Bayu juga menuturkan bahwa jadwal kegiatan di istana kepresidenan itu sangatlah ketat. “Misalkan ada acara jam 9, maka jam 9 pintu itu akan ditutup. Biasanya, 10 menit sebelum acara dimulai, teman-teman wartawan akan   diminta untuk masuk ke dalam.” Lanjutnya. 


Sebagai wartawan yang meliput pemberitaan di Istana Negara, Bayu juga menjelaskan bahwa antar wartawan harus memiliki kerja sama tim dan koordinasi tim yang bagus. “Kalau tiba-tiba ada kemensos datang, menjelaskan a b c. Maka kita harus koordinasi dengan wartawan yang ada di kemensos. Kemudian wartawan itu akan menindaklanjuti hal tersebut” Ujar Bayu. Dengan cara tersebut, wartawan yang satu akan dapat mem-back up wartawan yang lain.

 

IWAN IWE : BERBAGI TIPS MENJADI JUNALIS YANG DINAMIS DAN KREATIF

November 03,2021

Tangkap layar : Iwa Iwe saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien

Iwan iw,mantan pekerja di stasiun JTV, desain grafis Jawa Pos,dan redaktur Jawa Pos dan beliau sekarang sosial media spesialis di JTV,membagikan tips cara menjadi jurnalis dan sedikit membagikan pengalamannya  saat dia bekerja di jawa pos dalam acara workshop jurnalistik yang dilaksanakan oleh program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada kamis (28/10.)

Mas Iwa dalam pembukaan pertamanya dia menjelaskan bahwa di dalam jurnalisitik itu ada dua profesi yang hampir sama tapi berbeda yakni desainer halaman dan layouter halaman jika desainer halaman mempunyai tugas membuat dummy halaman dan berkordinasi redaktur halaman, dan kalau layputer halaman ini lebih ke arah melengkapi dummy dengan foto, menata foto, naskah infografis di sebuah halaman

Dalam pembahasanya mas Iwa mas Iwa menyampaikan orang membuat dummy dengan cara di gambar secara manual terlbih dahulu jika tugasnya seperti itu, tapi mas Iwa mengatakan kalau saya sendiri langsung membuatnya di software yang digunakan dengan alasan mepersingkat waktu dalam bekerja

Tidak luput dalam pembahasan di dalam nya mas Iwa juga memberi tau beberapa aturan dakam mendesain halaman harus memiliki foto A, judul Hl, foto B, dan juga boks. Setelah meberikan syarat-syarat yang harus ada dalam mendesain halaman mas Iwa juga memberikan tips yaitu foto A biasanya di letakan di atas lipatan karena itu juga termasuk  daya tarik di karenakan dengan ukuran koran yang besar yang harus di lipat, judul Hl di letakan di bagian kanan karena menurut psikologi mata kita lebih condong melihat ke kanan, dan hindari judul yang bersebelahan dengan judul lain.

 

Di dalam workshopun mas Iwa memberi tahu software yang biasanya dia pakai disaat dia masih menjadi desainer di jawa pos yaitu adobe indesign, dan quarkXpress tapi setelah membuat dumy biasanya di lanjutkan editing di halamanya, dummy adalah rancangan berita tapi dumy ini bersifat relatif tidak semua orang membuat dummy tergantung seseorang masing-masing dan itupun juga berlaku ke dalam software semuanya mempunyai sifat relatif .

Di dalam wokshopnya pun mas Iwa mempraktekan cara mendesain dengan software yang dia gunakan dan bu Fikri selalaku moderator juga mengatakan berita menyesuaikan desain jika kita menulis berita terlalu panjang kita harus legowo hasil tulisan kita itu harus di potong dan mas Iwa meng iyakan pernyataan tersebut.

      Tangkap layar : Iwa Iwes saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien


Tapi desainer harus juga bisa mengakali dalam mendesainya jika ada berita yang diharuskan harus ada di dalam halamnya disitulah tugas desainer mengakali bagian mana yang tidak terlalu penting agar bisa di potong maka dari situ kita mempelajari prisnsip piramida terbalik bagian yang paling penting di letakan di awal dan yang tidak terlalu penting sebaliknya agar kita bisa legowo jika berita kita di potong.





Reporter : Muhammad Riza Rizqi Ilallah (B71219070)